Jumat, 30 September 2011

Minat di Fakultas Pertanian


Kalo ditanya apakah setiap tahun jumlah peminat pertanian semakin meningkat? “Yo saya jawab ya”, ujar bapak samanhudi selaku PD I fakultas pertanian UNS. Kemudian beliau melanjutkan, jika dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu memang jumlah peminat di pertanian semakin meningkat. Ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah peminat di pertanian. Pertama, semakin menjualnya prodi di fakultas pertanian, dimana dilakukan retrukturisasi progaram studi (prodi) yang dulu terdiri dari agronomi, ilmu tanah, sosial ekonomi pertanian penyuluhan dan komunikasi pertanian, teknologi hasil pertanian, dan produksi ternak kini dipersempit menjadi 4 prodi yaitu agroteknologi, agribisnis, ilmu dan teknologi pangan dan peternakan. Ke-4 prodi tadi ternyata mempunyai dampak yang positif, disamping dari namanya yang keren sehingga menarik para siswa untuk masuk pertanian, dimana biasanya para siswa yang masih kebingungan ketika akan mendaftar ke perguruan tinggi secara otomatis akan melakukan gambling dan biasanya hal yang pertama dilihat adalah nama prodinya. Kedua, memang dalam dunia riil, khususnya akhir-akhir ini, mahasiswa lulusan pertanian lagi dibutuhkan banyak perusahan yang bergerak dibidang pertanian. Hal ini tentu menjadi pertimbang buat siswa khususnya orangtua siswa untuk memasukkan anaknya ke pertanian sehingga banyak siswa yang berbondong-bondong masuk ke pertanian. Ketiga, masyarakat sudah mulai berfikir terbuka bahwa memang pertanian merupakan hal yang sangat urgen bagi kelangsungan hidup manusia. Bagaimana tidak, semua makanan atau apa saja yang kita konsumsi setiap hari merupakan hasil dari bahan-bahan pertanian. Sehingga apabila tidak ada manusia yang mau mempelajari pertanian sama dengan mengancam kehidupan manusia itu sendiri. Dan juga dari tahun ketahun tantangan di dunia pertanian semakin meningkat sehingga diperlukanlah orang –orang yang benar ahli di bidang pertanian. Mereka sudah tidak berpikiran lagi bahwa pertanian = petani. Maksudnya kalau kita kuliah dipertanian nanti kalau kita lulus akan menjadi petani.
Di uns, khususnya fakultas pertanian jumlah peminatnya semakin banyak hal ini ditunjukan dari jumlah keketatannya yang mencpai 1:6 jika dibandingkan tahun-tahun yang lalu yang hanya 1:3. Sesuai data yang ada, kebanyakan mahasiswa yang diterima di fakultas pertanian adalah mmahasiswa yang menempatkan pilihan kedua dipertanian, kemudian disusul dengan yang menempatkan pilannya dipertama, dan yang terakhir yang menempatkannya sebagai pilihan ketiga. Jiga di prosentasikan pilihan pertama 45%, pilihan kedua 50%, dan pilihan ketiga 5%.
Sementara itu jika diurutka dari ke-4 prodi yang dibuka di fakultas pertanian nilai keketatan tertinggi di pegang oleh prodi ilmu dan teknologi pangan yaitu, 1::7 disusul dengan agribisnis 1:5, kemudian agroteknologi 1:4 dan yang terakhir adlah peternakan yaitu 1:3. Sedangkan untuk nilai keketatan diploma tiga pertanian jika dibandingkan dengan S-1 jauh lebih kecil yaitu yaitu 1:2. Fenomena kini terjadi karena memang biasanya diploma tiga hanya dijadikan sebagai batu loncatan atau boleh dikatakan sebagai cadangan. karena kebanyakan dari mahasiswa yang memutuskan untuk kuliah D3 itu dilakukan setelah mereka gagal mendapat perguruan tinggi (S1).
Diakhir akhir wawancara beliau berharap “ditahun kedepan masyrakat akan menyadari bahwa kuliah di pertanian ≠ petani. Dan saya yakin bahwa dari pertanian inilah yang akan membawa indonesia semakin maju, dimana sudah dibuktikan didalam sejarah bahwa pertanianlah yang menjadi dewa penolong perekonomian bangsa ketika kita mengalami krisis global”.
Siswandi Staf Redaksi

Tidak ada komentar: